DTAMSali IT Care

Proyek pengabdian masyarakat dan penelitian

DETEKSI TUMBANG ANAK MANDIRI

DTAM

Skrining Awal Perkembangan Anak dengan KPSP

Usia 3–72 Bulan

Ikon resmi aplikasi DTAM
Feature graphic resmi DTAM

Tentang DTAM

Akses skrining awal yang lebih praktis.

DETEKSI TUMBANG ANAK MANDIRI (DTAM) dikembangkan untuk membantu orang tua dan pengasuh melakukan skrining awal perkembangan anak secara lebih mudah, praktis, dan mandiri menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP).

Logo Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang

DTAM dimulai pada tahun 2024 sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat dan penelitian yang berfokus pada skrining perkembangan anak.

Perjalanan proyek

Dari pengabdian masyarakat ke akses kesehatan digital.

Melalui pendekatan digital, DTAM dikembangkan agar orang tua dan pengasuh dapat mengakses skrining awal perkembangan anak secara lebih praktis.

Pada tahun 2026, DTAM dikembangkan lebih lanjut melalui peningkatan aplikasi Android, versi web, pengembangan fitur pemantauan pertumbuhan, peningkatan antarmuka, serta penyempurnaan akses digital.

Apa itu KPSP?

Kuesioner Pra Skrining Perkembangan.

KPSP digunakan untuk melakukan skrining awal perkembangan bayi dan anak. DTAM menggunakan KPSP untuk anak usia 3 bulan sampai dengan 72 bulan.

Setiap kelompok umur memiliki 10 pertanyaan untuk orang tua atau pengasuh anak.

Referensi: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2016.

Alur penggunaan

Bagaimana DTAM bekerja

01

Pilih Usia Anak

Pengguna memilih kelompok usia sesuai usia anak.

02

Jawab Kuesioner

Orang tua atau pengasuh menjawab 10 pertanyaan KPSP.

03

Lihat Hasil Skrining

Hasil ditampilkan langsung setelah pengisian.

04

Tindak Lanjut

Pengguna dapat memahami hasil skrining awal dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.

Timeline

Pengembangan 2024–2026.

2024

Initial Release

DTAM pertama kali dirilis dan berfokus pada skrining perkembangan anak menggunakan KPSP dalam kegiatan pengabdian masyarakat dan penelitian.

2025

Continued Development

Penyempurnaan dan pengembangan berkelanjutan sesuai kebutuhan proyek dan penggunaan praktis.

2026

Major Upgrade

Peningkatan aplikasi Android, ketersediaan versi web, fitur pemantauan pertumbuhan, akses digital, dan pengalaman pengguna.

Fitur DTAM

Pemantauan pertumbuhan

Pada pengembangan tahun 2026, DTAM diperluas dengan fitur pemantauan pertumbuhan sebagai bagian dari pengembangan berkelanjutan proyek. Fitur ini membantu mencatat dan melihat data berat serta tinggi/panjang badan anak, tetapi tidak menggantikan pemantauan profesional.

Tampilan aplikasi

DTAM di dalam penggunaan nyata.

Beranda pada aplikasi DTAM
BerandaAkses utama DTAM untuk memulai skrining.
Pendaftaran anak pada aplikasi DTAM
Pendaftaran anakIdentitas anak dan informasi kehamilan.
Pilih usia pada aplikasi DTAM
Pilih usiaPilihan kelompok usia KPSP secara manual.
Pemantauan pertumbuhan pada aplikasi DTAM
Pemantauan pertumbuhanPelacak pertumbuhan untuk berat dan tinggi/panjang badan.
Cara menggunakan pada aplikasi DTAM
Cara menggunakanInformasi penggunaan aplikasi DTAM.

Akses DTAM

Aplikasi Android dan versi web.

Tim & pengembangan

Kolaborasi untuk akses yang lebih dekat.

Pengembang proyek:
Annisa Sali Pinaremas, SST, M.Kes
dan Tim Jurusan Kebidanan

Institusi:
Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang

Konteks: Pengabdian masyarakat dan penelitian

Dukungan institusional:
DIPA Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang

Pengembangan teknis:
Pengembangan teknis, implementasi digital, pemeliharaan aplikasi, dan publikasi digital didukung oleh Sali IT Care di bawah CV. Bening Embun Sanjayatara.

Privasi & keamanan

Data utama diproses secara lokal.

DTAM tidak memerlukan login, tidak menggunakan iklan, Firebase Analytics, Google Analytics, atau AdMob. DTAM tidak menggunakan cloud database untuk data skrining utama, dan data utama diproses secara lokal pada perangkat pengguna.

Kebijakan Privasi ↗

Informasi penting

Alat bantu skrining awal dan edukasi.

DTAM merupakan alat bantu skrining awal dan edukasi, bukan alat diagnosis medis.

Aplikasi ini tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis, mengobati, menyembuhkan, atau mencegah kondisi medis. Hasil skrining tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, konsultasi, maupun saran dari dokter atau tenaga kesehatan profesional.

Jika terdapat kekhawatiran mengenai pertumbuhan atau perkembangan anak, pengguna disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang kompeten.

DTAM bukan aplikasi resmi pemerintah dan tidak mewakili Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Referensi

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016.
Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP).

Mulai menggunakan

Gunakan DTAM

Akses DETEKSI TUMBANG ANAK MANDIRI melalui aplikasi Android atau versi web.